Setelah tahun-tahun dijadikan pion dalam intrik istana, seorang penyembuh muda memutuskan mengubah arah hidupnya. Alih-alih mengejar gelar dan perhatian sang pewaris takhta, ia membuka klinik kecil yang menerima siapa pun, dari prajurit yang kelelahan hingga pedagang yang terluka. Keahliannya bukan sekadar menyembuhkan luka, melainkan memulihkan harapan dan martabat pasien, satu per satu kasus yang ia tangani.
Namun keputusan itu tidak membuat masalah pergi. Ketika wabah misterius merebak dan kutukan kuno mengguncang ibu kota, namanya kembali disebut di ruang-ruang istana. Sang pewaris yang pernah ia tolak menjadi pasien yang paling sulit, sementara jaringan korupsi dalam balai pengobatan kerajaan mulai terbongkar. Di antara etika profesi, batasan pribadi, dan godaan politik, ia harus memilih: tetap merdeka bersama kliniknya, atau menyeberang lagi ke pusat kekuasaan dengan syarat yang ia tentukan sendiri.
Setelah tahun-tahun dijadikan pion dalam intrik istana, seorang penyembuh muda memutuskan mengubah arah hidupnya. Alih-alih mengejar gelar dan perhatian sang pewaris takhta, ia membuka klinik kecil yang menerima siapa pun, dari prajurit yang kelelahan hingga pedagang yang terluka. Keahliannya bukan sekadar menyembuhkan luka, melainkan memulihkan harapan dan martabat pasien, satu per satu kasus yang ia tangani.
Namun keputusan itu tidak membuat masalah pergi. Ketika wabah misterius merebak dan kutukan kuno mengguncang ibu kota, namanya kembali disebut di ruang-ruang istana. Sang pewaris yang pernah ia tolak menjadi pasien yang paling sulit, sementara jaringan korupsi dalam balai pengobatan kerajaan mulai terbongkar. Di antara etika profesi, batasan pribadi, dan godaan politik, ia harus memilih: tetap merdeka bersama kliniknya, atau menyeberang lagi ke pusat kekuasaan dengan syarat yang ia tentukan sendiri.
Setelah tahun-tahun dijadikan pion dalam intrik istana, seorang penyembuh muda memutuskan mengubah arah hidupnya. Alih-alih mengejar gelar dan perhatian sang pewaris takhta, ia membuka klinik kecil yang menerima siapa pun, dari prajurit yang kelelahan hingga pedagang yang terluka. Keahliannya bukan sekadar menyembuhkan luka, melainkan memulihkan harapan dan martabat pasien, satu per satu kasus yang ia tangani.
Namun keputusan itu tidak membuat masalah pergi. Ketika wabah misterius merebak dan kutukan kuno mengguncang ibu kota, namanya kembali disebut di ruang-ruang istana. Sang pewaris yang pernah ia tolak menjadi pasien yang paling sulit, sementara jaringan korupsi dalam balai pengobatan kerajaan mulai terbongkar. Di antara etika profesi, batasan pribadi, dan godaan politik, ia harus memilih: tetap merdeka bersama kliniknya, atau menyeberang lagi ke pusat kekuasaan dengan syarat yang ia tentukan sendiri.