Jin Xu tumbuh dengan nasib apes level dewa akibat Kutukan Sembilan Bintang yang menempel sejak lahir. Setiap kali ia mencoba tampil normal, kota kecilnya ikut kacau: lampu padam, jembatan macet, bahkan monster astral penasaran datang menghampiri. Saat sebuah manual kultivasi kuno mengisyaratkan bahwa tiap bintang bisa dipadamkan melalui ujian tertentu, Jin Xu memutuskan berhenti lari dan mulai menaklukkan sialnya sendiri. Bersama Mei Ran, peramal magang yang skeptis tapi jenius, serta Qori, pemburu artefak yang terlalu nekat, mereka menjadikan malapetaka harian sebagai jalan pintas menuju kekuatan.
Di setiap arc, Jin Xu memecahkan satu bintang dengan mengubah probabilitas buruk menjadi senjata: jebakan yang harusnya menimpa dirinya justru memantul ke musuh, dan error kosmik jadi momentum untuk naik tingkat. Namun semakin banyak bintang yang padam, semakin jelas pula ada tangan tersembunyi yang dulu menyalakan kutukan ini. Di persimpangan antara nasib yang tertulis dan pilihan yang mereka buat, tim kecil ini harus menentukan apakah kebebasan berarti menghapus kutukan seluruhnya, atau menerima sebagian darinya sebagai identitas. Perjalanan mereka bukan sekadar soal menang melawan sial, tetapi membuktikan bahwa kontrol diri bisa lebih kuat dari rasi bintang mana pun.
Jin Xu tumbuh dengan nasib apes level dewa akibat Kutukan Sembilan Bintang yang menempel sejak lahir. Setiap kali ia mencoba tampil normal, kota kecilnya ikut kacau: lampu padam, jembatan macet, bahkan monster astral penasaran datang menghampiri. Saat sebuah manual kultivasi kuno mengisyaratkan bahwa tiap bintang bisa dipadamkan melalui ujian tertentu, Jin Xu memutuskan berhenti lari dan mulai menaklukkan sialnya sendiri. Bersama Mei Ran, peramal magang yang skeptis tapi jenius, serta Qori, pemburu artefak yang terlalu nekat, mereka menjadikan malapetaka harian sebagai jalan pintas menuju kekuatan.
Di setiap arc, Jin Xu memecahkan satu bintang dengan mengubah probabilitas buruk menjadi senjata: jebakan yang harusnya menimpa dirinya justru memantul ke musuh, dan error kosmik jadi momentum untuk naik tingkat. Namun semakin banyak bintang yang padam, semakin jelas pula ada tangan tersembunyi yang dulu menyalakan kutukan ini. Di persimpangan antara nasib yang tertulis dan pilihan yang mereka buat, tim kecil ini harus menentukan apakah kebebasan berarti menghapus kutukan seluruhnya, atau menerima sebagian darinya sebagai identitas. Perjalanan mereka bukan sekadar soal menang melawan sial, tetapi membuktikan bahwa kontrol diri bisa lebih kuat dari rasi bintang mana pun.
Jin Xu tumbuh dengan nasib apes level dewa akibat Kutukan Sembilan Bintang yang menempel sejak lahir. Setiap kali ia mencoba tampil normal, kota kecilnya ikut kacau: lampu padam, jembatan macet, bahkan monster astral penasaran datang menghampiri. Saat sebuah manual kultivasi kuno mengisyaratkan bahwa tiap bintang bisa dipadamkan melalui ujian tertentu, Jin Xu memutuskan berhenti lari dan mulai menaklukkan sialnya sendiri. Bersama Mei Ran, peramal magang yang skeptis tapi jenius, serta Qori, pemburu artefak yang terlalu nekat, mereka menjadikan malapetaka harian sebagai jalan pintas menuju kekuatan.
Di setiap arc, Jin Xu memecahkan satu bintang dengan mengubah probabilitas buruk menjadi senjata: jebakan yang harusnya menimpa dirinya justru memantul ke musuh, dan error kosmik jadi momentum untuk naik tingkat. Namun semakin banyak bintang yang padam, semakin jelas pula ada tangan tersembunyi yang dulu menyalakan kutukan ini. Di persimpangan antara nasib yang tertulis dan pilihan yang mereka buat, tim kecil ini harus menentukan apakah kebebasan berarti menghapus kutukan seluruhnya, atau menerima sebagian darinya sebagai identitas. Perjalanan mereka bukan sekadar soal menang melawan sial, tetapi membuktikan bahwa kontrol diri bisa lebih kuat dari rasi bintang mana pun.