Di dunia murim yang penuh intrik, seorang gadis yang tampak biasa diterima sebagai pembantu di Sekte Iblis Surgawi. Tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek dan tugas harian, ia menyembunyikan teknik bela diri tingkat tertinggi. Saat ditugaskan mengurus pewaris sekte yang cerdas namun polos, ia harus menyeimbangkan pekerjaan domestik dengan refleks seorang pendekar yang selalu siaga.
Ketika sekte lain mulai mengendus kelemahan dan pengkhianatan muncul dari dalam, ancaman datang silih berganti. Demi menjaga keamanan tuannya dan stabilitas sekte, sang pembantu memanfaatkan jaringan informasi dapur, kelincahan di lorong-lorong gelap, serta kekuatan yang hanya dikeluarkan saat benar-benar terpojok. Dalam setiap benturan, ia belajar bahwa merapikan kekacauan hati sama rumitnya dengan membereskan medan perang.
Di dunia murim yang penuh intrik, seorang gadis yang tampak biasa diterima sebagai pembantu di Sekte Iblis Surgawi. Tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek dan tugas harian, ia menyembunyikan teknik bela diri tingkat tertinggi. Saat ditugaskan mengurus pewaris sekte yang cerdas namun polos, ia harus menyeimbangkan pekerjaan domestik dengan refleks seorang pendekar yang selalu siaga.
Ketika sekte lain mulai mengendus kelemahan dan pengkhianatan muncul dari dalam, ancaman datang silih berganti. Demi menjaga keamanan tuannya dan stabilitas sekte, sang pembantu memanfaatkan jaringan informasi dapur, kelincahan di lorong-lorong gelap, serta kekuatan yang hanya dikeluarkan saat benar-benar terpojok. Dalam setiap benturan, ia belajar bahwa merapikan kekacauan hati sama rumitnya dengan membereskan medan perang.
Di dunia murim yang penuh intrik, seorang gadis yang tampak biasa diterima sebagai pembantu di Sekte Iblis Surgawi. Tidak ada yang tahu bahwa di balik celemek dan tugas harian, ia menyembunyikan teknik bela diri tingkat tertinggi. Saat ditugaskan mengurus pewaris sekte yang cerdas namun polos, ia harus menyeimbangkan pekerjaan domestik dengan refleks seorang pendekar yang selalu siaga.
Ketika sekte lain mulai mengendus kelemahan dan pengkhianatan muncul dari dalam, ancaman datang silih berganti. Demi menjaga keamanan tuannya dan stabilitas sekte, sang pembantu memanfaatkan jaringan informasi dapur, kelincahan di lorong-lorong gelap, serta kekuatan yang hanya dikeluarkan saat benar-benar terpojok. Dalam setiap benturan, ia belajar bahwa merapikan kekacauan hati sama rumitnya dengan membereskan medan perang.