Eirene terbangun di altar yang runtuh setelah seribu tahun, dengan tanda bunga suci di dadanya yang mekar setiap kali garis waktu retak. Doa manusia memanggilnya menembus beragam era, dari kerajaan pasir hingga kota mesin, namun tiap lompatan menukar sedikit ingatan dan umur. Saat jejak sejarah bergeser, Eirene menyadari bahwa kemunculannya bukan kebetulan, melainkan mekanisme dunia untuk menyembuhkan luka masa lalu yang tidak pernah tuntas.
Bersama Kael, peneliti kronomansi amatir, dan Selene, ksatria pustaka yang menyimpan peta era, Eirene mencari Jam Bunga, relik yang dapat mengikat retakan waktu. Mereka diburu Kultus Arbiter yang ingin membekukan sejarah pada momen yang dianggap sempurna. Di tengah konspirasi lintas abad, Eirene harus memutuskan apakah ia akan menjadi jangkar yang menghentikan segalanya, atau benih yang rela gugur agar masa depan bisa bertunas.
Eirene terbangun di altar yang runtuh setelah seribu tahun, dengan tanda bunga suci di dadanya yang mekar setiap kali garis waktu retak. Doa manusia memanggilnya menembus beragam era, dari kerajaan pasir hingga kota mesin, namun tiap lompatan menukar sedikit ingatan dan umur. Saat jejak sejarah bergeser, Eirene menyadari bahwa kemunculannya bukan kebetulan, melainkan mekanisme dunia untuk menyembuhkan luka masa lalu yang tidak pernah tuntas.
Bersama Kael, peneliti kronomansi amatir, dan Selene, ksatria pustaka yang menyimpan peta era, Eirene mencari Jam Bunga, relik yang dapat mengikat retakan waktu. Mereka diburu Kultus Arbiter yang ingin membekukan sejarah pada momen yang dianggap sempurna. Di tengah konspirasi lintas abad, Eirene harus memutuskan apakah ia akan menjadi jangkar yang menghentikan segalanya, atau benih yang rela gugur agar masa depan bisa bertunas.
Eirene terbangun di altar yang runtuh setelah seribu tahun, dengan tanda bunga suci di dadanya yang mekar setiap kali garis waktu retak. Doa manusia memanggilnya menembus beragam era, dari kerajaan pasir hingga kota mesin, namun tiap lompatan menukar sedikit ingatan dan umur. Saat jejak sejarah bergeser, Eirene menyadari bahwa kemunculannya bukan kebetulan, melainkan mekanisme dunia untuk menyembuhkan luka masa lalu yang tidak pernah tuntas.
Bersama Kael, peneliti kronomansi amatir, dan Selene, ksatria pustaka yang menyimpan peta era, Eirene mencari Jam Bunga, relik yang dapat mengikat retakan waktu. Mereka diburu Kultus Arbiter yang ingin membekukan sejarah pada momen yang dianggap sempurna. Di tengah konspirasi lintas abad, Eirene harus memutuskan apakah ia akan menjadi jangkar yang menghentikan segalanya, atau benih yang rela gugur agar masa depan bisa bertunas.